Cara Merawat Tanaman agar Selalu Segar

Cara Merawat Tanaman agar Selalu Segar

Tanaman (tumbuhan) tak ubahnya seperti manusia yang membutuhkan perhatian agar selalu segar, sehat, dan bisa tumbuh subur. Cara merawat tanaman juga tak jauh berbeda dengan cara merawat manusia. Karena tumbuhan juga membutuhkan makanan bernutrisi, air, sinar matahari, lingkungan yang sehat, dan harus bebas dari hama maupun penyakit.

Apapun jenis tumbuhan yang anda tanam. Entah itu tanaman hias, sayur-mayur, hingga bunga, semuanya membutuhkan perawatan. Baik itu ditanam menggunakan media tanam maupun hidroponik.

Agar bisa selalu segar dan sehat, berikut adalah cara merawat tumbuhan yang benar.

Cara Merawat Tanaman

Merawat tanaman membutuhkan ketekunan. Meski terdengar mudah, namun banyak orang yang tidak pandai merawat tanaman. Padahal, merawat tanaman punya banyak manfaat dan bisa dijadikan sebagai rutinitas yang menyenangkan. Menurut penelitian, tanaman bisa membantu kita bernapas dengan cara yang lebih menyenangkan dan bisa meningkatkan suasana hati (mood).

Karena itulah, tidak mengherankan apabila banyak rumah atau kantor yang dipenuhi dengan tanaman hias indoor maupun outdoor. Jika tertarik memelihara tanaman, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar cara merawat tanaman yang baik.

1. Setiap tanaman memiliki lingkungannya sendiri-sendiri

Seorang master di bidang hortikultura dari University of Minnesota bernama Kerry Meyer mengatakan bahwa, setiap tanaman memiliki lingkungannya masing-masing. Karena itu, pandai-pandailah memilih tanaman yang tepat untuk dipelihara di tempat yang tepat pula.

Baca Juga  Cara Menanam Bawang Merah agar Tumbuh Cepat

Seperti bunga miniature roses misalnya. Meski tanaman hias ini terlihat menarik, namun jika ditempatkan di dalam ruangan (indoor), bunga cantik ini pasti akan segera layu. Karena itulah, bunga miniatur roses tidak cocok dijadikan sebagai tanaman hias indoor.

2. Tidak semua tanaman suka berjemur seharian

Matahari memang dibutuhkan oleh sebagian besar tanaman untuk melakukan fotosintesis. Meski demikian, tidak semua tanaman boleh dijemur seharian.

Ahli berkebun bernama Marie Iannotti menjelaskan bahwa, kebutuhan matahari setiap tanaman berbeda-beda. Ada yang memerlukan matahari seharian penuh, ada yang kadang membutuhkan–kadang tidak, ada yang membutuhkannya setengah-setengah, dan ada juga tanaman yang lebih senang ditempatkan di tempat yang teduh.

Kebutuhan tanaman pada matahari akan mempengaruhi penempatannya. Tanaman yang membutuhkan sinar matahari langsung selama seharian penuh, harus ditempatkan di tempat yang terbuka. Seperti, di sebelah utara atau selatan rumah misalnya.

Jika anda tinggal di apartemen yang tidak pernah diterpa sinar matahari. Maka anda harus memilih tanaman-tanaman yang tidak terlalu menyukai matahari. Beberapa contohnya adalah spider plant, lidah mertua, hingga tanaman dari genus paku-pakuan.

3. Kenali kebutuhan air setiap tanaman

Tanaman bisa pulih lebih cepat akibat kekurangan air daripada kelebihan air. Jika terlanjur menyiram terlalu banyak air ke dalam pot hingga membuat tanaman sakit. Segera pindahkan tanaman tersebut ke pot yang baru. Jangan lupa buang akar-akarnya membusuk.

Jika tidak yakin seberapa banyak air yang dibutuhkan untuk menyiram tanaman. Anda bisa memeriksa tanah yang ada di dalam pot atau sekitar tanaman.

Baca Juga  Cara Menanam Cabe di Polybag agar Berbuah Lebat

Galilah sedalam kurang lebih 3 cm untuk mengetahuinya. Jika ternyata tanahnya kering, ini menandakan bahwa tanaman tersebut butuh air. Tanaman yang membutuhkan air juga bisa dilihat dari daunnya yang layu dan kering atau berubah warna.

4. Jangan sembarangan memberikan pupuk pada tanaman hias

Tanaman hias tidak seperti pohon yang berbuah–yang banyak membutuhkan pupuk. Memberikan pupuk terlalu banyak pada tanaman hias justru bisa mematikan tanaman tersebut alih-alih membuatnya tumbuh subur dan sehat.

5. Tanaman hias menyukai stabilitas

Tanaman biasanya akan tumbuh subur setelah terbiasa dengan lingkungannya. Karena itu, jangan terlalu sering memindahkan tanaman.

Tanaman juga terkenal sangat sensitif terhadap perubahan. Mereka juga sangat lambat dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Jadi, jika tanaman yang anda pelihara selama ini tampak baik-baik saja. Usahakan untuk tidak mengubah intensitas pencahayaan dan lokasi penempatannya.

6. Setiap tanaman membutuhkan ukuran pot yang berbeda

Memilih ukuran dan jenis pot (wadah) tanaman yang tepat akan membantu tanaman tumbuh dengan baik. Menurut perancang landscape di Houzz bernama Lauren Dunec, pot yang kecil bisa menghambat pertumbuhan tanaman, membatasi perkembangan akar, dan tanahnya akan cepat kering.

Selain itu, usahakan agar tidak menggabungkan beberapa jenis tanaman di dalam satu pot. Karena kebutuhan nutrisi, cahaya matahari, dan air setiap tanaman berbeda-beda.

7. Potong daun dan dahan yang mati

Menurut The Flower Shop Network, agar daun tanaman bisa terus tumbuh, kita perlu melakukan pemangkasan. Seperti misalnya, memangkas dahan yang mulai mati dan daun yang berwarna kecoklatan atau berbintik.

Baca Juga  Cara Menanam Jahe di Polybag Dengan Sangat Mudah

8. Bersihkan daun dari debu

Beberapa tanaman, seperti tanaman sukulen misalnya, hanya perlu disiram sebulan sekali. Karena jarang membutuhkan air, tanaman ini pun jadi sering terlupakan. Hingga membuat banyak debu menempel di kelopaknya.

Tidak hanya tanaman sukulen. Beberapa tanaman hijau lainnya, terutama yang berdaun lebar harus sering dibersihkan dari debu agar daunnya bisa memaksimalkan sinar matahari.

9. Tiru habitat aslinya

Meniru habitat asli tanaman adalah bagian dari cara merawat tanaman yang benar. Termasuk juga jenis tanahnya, tingkat kelembabannya, suhu, air, serta intensitas mataharinya.

Meniru habitat asli tanaman akan sangat bermanfaat untuk membuat tanaman berumur lebih panjang dan membuatnya tumbuh lebih subur.

10. Cegah hama dan penyakit

Arang sekam adalah salah satu media tanam yang sangat bagus karena bisa membantu menjaga unsur hara, menjaga tanah tetap gembur, mencegah penyakit, menyerap racun, dan menciptakan sirkulasi udara yang baik.

Selain dengan memilih media tanam yang baik, mencegah hama dan penyakit juga bisa dilakukan melalui penyemprotan. Untuk tanaman sayur dan buah. Penyemprotan untuk mencegah hama bisa dilakukan dengan menggunakan pestisida alami.

Sedangkan untuk merawat tanaman hias agar tidak terserang hama kutu putih hingga hama busuk daun, Anda bisa membersihkannya secara manual. Misal, dengan menggunakan tangan dan sikat yang berbulu halus.

Agar tanaman bebas hama, semprot juga dengan menggunakan air yang dicampur sabun cuci piring sebanyak 1%. Penyemprotan bisa diaplikasikan 3 kali seminggu. Selain menggunakan larutan air sabun cuci piring, penyemprotan juga bisa dilakukan dengan menggunakan air rebusan batang sereh.

Originally posted 2021-08-13 11:18:37.