Jual Foto Selfie di NFT Ghozali Sukses Kantongi Rp13 Miliar

Jual Foto Selfie di NFT, Ghozali Kantongi Rp13 Miliar dalam Waktu Singkat

Foto selfie membawa hoki, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan seorang mahasiswa bernama Ghozali. Pasalnya seorang pria dengan sebutan Ghozali Everyday sedang menjadi perbincangan di beberapa platform sosial media karena berhasil menjual foto selfienya dengan angka yang cukup fantastis. Beberapa sumber menyebutkan jika Ghozali Everyday telah berhasil mengantongi sedikitnya Rp 13 Miliar dalam waktu singkat.

Ghozali dikabarkan konsisten foto selfie selama 5 tahun belakangan, mulai dari 2017-2021. Ghozali sendiri diketahui menjual foto selfienya di OpenSea. “Saya mengambil foto diri saya sejak saya berusia 18 hingga 22 tahun (2017-2021),” tulis Ghozali dalam biodata singkatnya di OpenSea. “Ini benar-benar foto saya berdiri di depan komputer hari demi hari,” lanjutnya.

Awalnya, NFT Ghozali dijual dengan harga 0.001 Ethereum atau sekitar Rp 45.000 per foto. Namun, seiring dengan viralnya Ghozali di komunitas NFT global, harga per fotonya kini bisa mencapai belasan juta rupiah. Hingga kemarin, Rabu, 12 Januari 2021, Ghozali mengumumkan bahwa hanya ada 331 NFT yang tersisa, dari total 933.

Apa Itu NFT dan Cara Kerjanya

Lalu apa itu NFT? Dalam penjelasan sederhana, NFT merupakan token digital, tidak dapat dipertukarkan namun dapat diperjualbelikan.

Hal ini yang membuat NFT cocok digunakan dalam transaksi karya seni digital oleh konsumen biasa maupun kolektor atau disebut sebagai crypto art yang ditunjang oleh Ethereum sebagai platform pendukungnya.

Dalam hal ini, NFT berfungsi sebagai alat verifikasi karya digital untuk transaksi crypto art. Hal ini yang membuat karya yang diperjualbelikan diperlakukan layaknya karya seni berformat fisik.

NFT mengubah aset digital dan jenis barang koleksi lainnya menjadi satu-satunya, sehingga karya seni tersebut bisa diverifikasi keasliannya dan mudah diperdagangkan melalui blockchain.

Artinya, transaksi jual beli aset digital melalui NFT menggunakan mata uang kripto (cryptocurrency), yang pada akhirnya tetap bisa dikonversi menjadi mata uang konvensional.

TRENDING :  Ini Rincian Terbaru Subsidi Kuota Internet Gratis Kemendikbud 2021

Setiap karya seni hanya ada satu NFT dan hal itu ditunjukkan lewat kode identitas unik. Dengan cara kerja seperti itu, NFT bisa difungsikan sebagai penanda orisinalitas dari sebuah karya.